Weihome Gakuen Thursday, 2018-10-18, 5:54 PM
Ruang Kelas | Semua Tentang Jepang | About Weihome Gakuen | Privacy Policy | Contact Us | How to Use Selamat Datang Siswa-Siswi Weihome Gakuen | RSS
Ruang Kantor
Hello Visitors

Do you have any kind of business, deal, promotions, offering, suggestions or something similar to it, please talk to the Principal by clicking the button below!
PERHATIAN

Weihome Gakuen merupakan sekolah gratis.
Tetapi "tidak gratis" secara bersamaan.
Biaya belajar di tempat kami adalah minimal Rp.1.000/hari.
Cara pembayaran:

Lihat di sekeliling anda.
Temukan orang-orang yang membutuhkan.
Berikan MINIMAL Rp.1.000/hari kepada mereka.
Menyisihkan Rp.1.000/hari tidak akan membuat anda bangkrut.

Copyright
Materi ini dilindungi oleh
Protected by Copyscape Web Copyright Protection Software

Dilarang meng-copas, menyalin, mengutip, mencetak dan memperbanyak tanpa seizin pemilik situs, dan author

NOTE: Seluruh pihak Weihome Gakuen tidak bertanggung jawab jika website Anda dihapus dari peredaran karena telah menyalin (meng-copas) sebagian atau seluruh artikel di website http://weihomegakuen.com/ untuk dipublikasikan ulang di website Anda.

Kata Kerja Bentuk ~te aru
KK~てある
Menyatakan “Sudah” Dalam Bahasa Jepang

Ohayou gozaimasu, minna-san!! Waktu menunjukkan pukul 3 dini hari saat artikel ini dibuat dan suhunya benar-benar dingin. Sampai-sampai saya harus mengenakan pakaian tiga lapis (kaos, sweater dan jaket) demi  mengobati rasa dingin akibat terpaan angin dini hari. Well, tapi membuat materi harus tetap jalan tentunya, harus sesuai jadwal rilis dari yang direncanakan.

Kemarin kita sudah belajar materi tentang te-iru dan te-inai lebih lanjut dimana masih memiliki hubungan erat dengan kata kerja bentuk ~te. Nah, di materi kita kali ini pun masih akan membahas tentang perubahan bentuk kata kerja. 

Ga ada bosen-bosennya ya...    

Begitulah belajar bahasa, pasti yang dibahas ga jauh-jauh dari kata benda, kata sifat dan kata kerja. Begitupun dengan bahasa Jepang, jadi mudah-mudahan sobat semua ga ngerasa bosan ya!

Di materi kita kali ini, kita akan lebih membahas tentang kata “sudah” lebih lanjut dalam bahasa Jepang. Pada dasarnya, kata sudah ini bisa sobat masukkan ke dalam kata kerja bentuk lampau dengan menggunakan kata “mou” di dalam kalimat tersebut.

Seperti contohnya seperti ini:

Mou tabemashita
もう食べました
Aku sudah makan

Yups, kalimat simple-nya seperti itu. Namun terkadang kita tidak berbicara sekaku itu. Kita biasanya menggunakan kalimat-kalimat yang lebih kompleks, seperti contohnya...
Sudah makan roti”, bisa berubah menjadi: “Roti sudah dimakan”.

Dalam bahasa Indonesia, memang terlihat sangat sederhana. Namun, dalam bahasa Jepang terdapat rumus yang berbeda dalam menempatkan perbedaan bunyi dua kalimat tersebut, meskipun keduanya masih memiliki arti yang sama.

Di materia ini, mari kita membahas kalimat yang dibolak-balik tersebut ya...

Persiapan Untuk Menguasai Materi

Seperti biasa, jika saya berbicara mengenai sebuah materi, maka terdapat materi-materi yang perlu kamu pelajari atau kuasai terlebih dahulu. Jadi, ga tiba-tiba loncat ke materi ini ya!

Pada dasarnya, materi ini berbicara mengenai kata kerja bahasa Jepang, tepatnya bahasa Jepang berakhiran –u. Minna-san pasti sudah tahu dong, kalau kata kerja standar itu memiliki 7 akhiran u, yaitu (u-tsu-ru-mu-nu-bu-ku-gu-su). Nah, setelah itu kata kerja tersebut akan berubah menjadi kata kerja bentuk ~tte. Jadi, kesimpulannya adalah materi ini masih termasuk ke dalam materi fungsi kata kerja akhiran ~tte.

Pastikan minna-san sudah menguasai kedua materi tersebut ya! Jika sudah mengerti betul, mari kita lanjutkan.


Menyatakan Sudah Dalam Bahasa Jepang

Sebelum masuk ke pelajaran, izinkan saya untuk curhat terlebih dahulu.

Beberapa tahun yang lalu, mungkin ketika saya masih seorang ABG, saya pernah mencoba mengobrol dengan seseorang (seorang wanita) melalui facebook. Sebelumnya saya pernah bertemu dia di dunia nyata di sebuah komunitas. Jadi, SKSD sedikit boleh dong ya... Percakapannya kurang lebih seperti ini:

Wei: Halo...
Ce: Hai..
Wei: Lama ga ketemu ya! Apa kabar?
Ce: Baik
Wei: Lagi apa nih?
Ce: diem! 

Benar-benar singkat dan ‘ga jelas sama sekali. Waktu itu saya mencoba untuk berbasa-basi biar bisa masuk ke obrolan yang “saya harap” bisa menjadi seru. Waktu itu saya harap sih dia mau bertanya balik, biar ada obrolan dua arah (bukan malah jadinya kayak wawancara). Toh, yang namanya ngobrol mesti ada obrolan dua arah dong, right?
Mungkin perlu saya pancing lagi biar bisa ngobrol. Saya putuskan untuk ambil topik makanan...

Wei: Kamu sudah makan?
Ce: Sudah
Wei: ...........

Masih singkat juga. Sambil garuk-garuk kepala yang sama sekali ga terasa gatal, saya mencoba untuk ngambil topik lainnya.

Wei: Film anime yang kamu rekomendasiin kemarin sudah aku tonton loh!!!
Ce: Ooh...
Wei: Seru ya...!
Ce: ya

Percakapan yang benar-benar garing tersebut akhirnya tidak saya lanjutkan, dan membuat saya merasa enggan untuk chatting lagi dengan orang-orang yang baru saya kenal, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Dan saya men-judge diri saya sendiri sebagai seseorang yang tidak pandai dalam urusan sosialisasi.

Namun, perlu dicatat juga bahwa tidak semua orang yang saya ajak bicara seperti itu. Sepanjang saya bersosialisasi di dunia maya, setidaknya terdapat 3 orang wanita yang sangat proaktif saat membahas sesuatu. Hingga sekarang pun saya masih berteman dengan mereka.

Malah orang Jepang sendiri, sepengalaman saya berbicara dan berkenalan dengan mereka (baik dumay atau duta), saya belum pernah menemukan wanita yang sulit diajak ngobrol ke dalam suatu topik. Tidak peduli mereka anak SMP atau orang yang lebih tua dari saya, mereka tetap asik diajak ngobrol.

Sehingga saya tahu bahwa tidak semua orang itu sulit untuk diajak ngobrol, dan masalah bukan pada cara saya bersosialisasi. Namun, mungkin ada dari mereka yang tidak ingin mengobrol atau membatasi diri mereka dari orang asing atau orang yang baru dikenal, atau ingin menjaga hatinya demi seseorang yang mereka sukai.

Mou wakarimashita
もう分かりました
Saya sudah paham

Saya sudah paham situasi tersebut, sehingga saya tahu bahwa saya tidak boleh mengajak ngobrol seseorang secara random lagi, apalagi dengan topik yang random pula. 

Nah, cerita diatas tentu saja ada hubungannya dengan pelajaran kita kali ini. Seperti kata kunci kita hari ini:

Mou Wakarimashita
もう分かりました

Coba kita bedah sedikit kalimatnya ya!

  • Mou (もう) artinya sudah.
  • Wakarimashita (分かりました) itu berasal dari kata wakaru (分かる), yang artinya mengerti atau paham.
  • Wakaru (分かる) berubah menjadi kata kerja bentuk ~masu => (wakarimasu).
  • Lalu berubah lagi menjadi bentuk lampau (~mashita).
  • Sehingga berubah menjadi wakarimashita (分かりました).

Jadi intinya, jika minna-san ingin mengatakan “sudah melakukan sesuatu”, maka minna-san tinggal menggunakan kata

Mou + KK bentuk lampau

Seperti contohnya dalam percakapan di bawah ini:

A: kyou tabemashita ka? (Hari ini sudah makan?)
B: Haik, mou tabemashita! (Ya! Aku sudah makan!)

Mudah bukan?

Namun, ada pula situasi dimana kata “sudah” ini masih berlangsung hingga saat ini. Contohnya seperti:

Imouto wa mou netemasu yo!
妹はもう寝てますよ!
Adikku sudah tidur, kok!

Coba perhatikan, arti dari “sudah tidur” disana bukan hanya menunjukkan kalimat bentuk lampau saja, namun juga menunjukkan bahwa kegiatan tersebut masih berlangsung hingga saat ini. Yaitu, “si adik masih tidur hingga sekarang”.

Yups... untuk mou + KK teiru, sudah saya jelaskan secara rinci di materi sebelumnya tentang kata kerja bentuk sedang berlangsung lebih lanjut. Masih ingat kan minna-san?


Kata Kerja ~te aru

Kita lanjutkan, seperti yang sudah saya sebutkan diatas, sekurang-kurangnya terdapat dua macam kalimat variasi yang digunakan untuk menyatakan sudah!
sudah makan” dan “sudah dimakan.” Namun, tetap saja kedua kalimat tersebut sama-sama menjelaskan masa lampau. Berbeda dengan ~te aru, pola kalimat ini menjelaskan kejadian yang masih terjadi. Kurang lebih, hampir sama dengan kk ~teiru.

Untuk kalimat yang pertama, minna-san bisa menggunakan pola mou + KK bentuk lampau. Namun, untuk kalimat yang kedua, minna-san harus menggunakan kata kerja bentuk ~te aru. Biar ga pusing, kita masuk ke contoh kalimat saja ya!! perhatikan perbedaannya:

  • Aku sudah membuka pintu hati
    Kokoro no doa wo akemashita
    心のドアを開けました。
  • Pintu hati sudah terbuka
    Kokoro no doa ga akete arimasu
    心のドアが開けてあります。

Jadi maksud kalimat diatas adalah, pintu hati sudah terbuka dan hingga sekarang pun masih terbuka. Kejadiannya sudah terjadi, namun masih berlangsung hingga saat ini. Mirip dengan pola kalimat "mou KK ~teiru" kalimat aktif, namun untuk "KK ~ tearu" ini sebaliknya, yaitu berfungsi untuk membentuk kalimat pasif.

Dengan begitu, kita bisa melihat pola untuk kalimat kedua adalah seperti ini:

KB + ga + KK ~te aru

Coba kita bedah sedikit kalimat diatas:

  • kokoro no doa (心のドア) artinya pintu hati.
  • Partikel “ga” setelah kata benda membantu untuk membentuk kalimat pasif.
  • Jika masih bingung mengenai perbedaan kalimat aktif dan pasif, harap googling ya! Atau boleh masuk ke website yang saya rekomendasikan di KelasIndonesia.com.
  • Karena di pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah pun pasti sudah dipelajari.
  • Akete (開けて), berasal dari kata akeru (開ける) yang telah dirubah menjadi kata kerja bentuk ~te.
  • Arimasu (あります), merupakan bentuk sopan dari aru (ある).
  • Jika kata kerja bentuk ~te menghadapi “aru (ある)” atau “arimasu (あります)” menjadi “~te aru (~てある)”, maka artinya berubah menjadi “sudah di...” atau "sudah ter..."

Mengerti kan minna? Pasti dong! Toh, materi ini tetap gampang seperti biasanya. Hehehe.

Coba kita lihat contoh lainnya ya!

  • Mado ga aketa arimasu.
    窓が開けたあります。
    Jendela sudah dibuka.
  • Nooto ni namae ga kaite arimasu.
    ノートに名前が書いてあります。
    Nama sudah ditulis di kertas.

Oke minna-san, mari kita cukupkan materi kita kali ini. Di materi selanjutnya, kita akan meneruskan membahas akhiran “aru” ini, lebih tepatnya jika disambungkan dengan kata kerja akhiran ~ta.
Sampai saat itu tiba, mohon untuk kuasai materi ini dulu ya! Terima kasih sudah membaca materi dan curhatan saya kali ini. Semoga materi ini bermanfaat untuk minna-san sekalian. Sampai jumpa di materi selanjutnya!

Otsukaresama deshita! 

 

LIKE AND FOLLOW

FOLLOW US
Stat
free counters



Copyright © WEIHOME GAKUEN
Free web hostinguCoz